Senin, 08 Oktober 2012

Terangi Aku

lilin terbakar perlahan
Api bersinar begitu terang
cahaya dalam kegelapan
Selamatkan aku kawan

Perasaan telah mengecewakanku
membuatku kedinginan
Selamatkan aku
karna ku tau aku sedang jatuh dan hancur

Aku kan bertahan
apapun yang mereka lakukan
angin kan terbangkan aku pulang

Aku lah orang gagal
Pemimpi yang tersesat dalam mimpinya

Mataku tak bisa lelap, aku sulit bernafas
Apa sulitnya bagimu tuk melihat
untuk membuatmu mengerti bahwa aku kan selalu percaya
kau dan aku mampu melewatinya

Kembalilah
terkadang aku merasa gelisah
bahwa saat terbaikku telah pergi

Dan lalu kulihat tatapan matamu
Kembalilah, mata yang bersinar
kadang aku hancur lebur
kembalilah pandangan yang cerah

Aku membutuhkanmu malam ini
Aku membutuhkanmu tuk mendekap erat tubuhku
Aku merindukan canda tawamu
Aku merindukan semua yang hanya kau bagi dengannya

Tanpa aku, kau akan baik baik saja
Tanpa suara ku, ku rasa kau akan lebih bahagia

aku yang seakan akan tembok yang kokoh dan tegar
yang dipaksa mengerti tentang apa yang tak ku mengerti

Hidup inijauh lebih sulit dari sekedar soal logaritma
bahkan lebih rumit dari rumus rumus fisika
hidup ini juga bukan permainan angka
yang dapat kita tebak

Hidup ini misteri
yang berisi sejuta kemungkinan
peluang dan impian mudah kita temukan

aku hancur lebur
pikiran ku tercerai berai
jemari ini terasa tak mampu lagi menggenggam tangannya

aku terpaku diam membisu
saat ragaku tak mampu lagi berada di sampingmu
aku hampa tanpa suara
saat telingamu tak mau lagi mendengar keluh kesahku
aku terpuruk dalam sakit
saat kini kau lebih memilihnya

andai seisi dunia tau
tentang betapa sakitnya aku
aku yakin burung pun akan menenangkanku
dan daun daun kering pun mampu membantuku tersenyum

aku menghargainya dalam perih
dan sisa puing hati yang hancur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar