Karya :
Adna Tajriyaani
TAUFIK ARSYIL IZHAR
Aku, Taufik arsyil izhar, salah satu personel THE SHADOWS,
diantara ke5 sahabatku aku dianggap di tua kan oleh mereka
Dian Mirajian Jonan.. gadis perkasa, yang sudah ku anggap adikku
sendiri, kami memulai persahabatan kami saat pertama kami masuk Smp, tanpa aku
sadari, sejak pertama kami memulai persahabatan kami, aku suka pada nya, Dian
merubah segalanya yang ada dalam diriku, dari yang dulu aku yang cenderung
tidak peduli, melakukan apa aja, yaa terserah aku, aku yang lakukan, dan aku
yang nanggung rugi atau engga nya, tapi sekarang, aku yang lebih peduli
terhadap sesama, peka terhadap lingkungan yang berada di sekitarku, dan lebih
memperhatikan apa yang aku lakukan
Aku duduk di kelas XII IPA 2 sedangkan Dian duduk di kelas XII IPA
7 kelas yang mungkin setingkat lebih atas dibandingkan kelasku, Dian memang
anak yang pintar,dan cerdas..
Suati ketika, anak baru bernama afid, membuat diriku semakin
tersaingi, karena sebelumnya aku yakin Dian berbeda dari anak yang lain nya,
Dian tidak akan semudah itu terjebak rasa pada lelaki yang mungkin bisa di
bilang lebih lemah di banding dirinya, tetapi tidak, Dian memulai hubungan
pertamanya denga afid, dalam hati hanya ku pendam rasa ‘cemburu’ ku terhadap dian,
ku luapkan semua itu dengan amarah, saat pertama ku tau bahwa Dian memulai
hubungan pertamanya dengan afid.
Emosi ku semakin tak terkendali, ku datangi suatu tempat yang
mungkin itu tempat favorit ku dengan dian, Taman.. ya tetapi bukan taman kota,
di tempat itu, ku kerahkan semua tenaga ku, dan memukul sekuat tenaga sebuah
pohon yang ada di hadapanku, hingga tak terasa tangan ku mulai ber cucuran
darah
Keesokan harinya ku temui dian, dan segera menariknya dari sisi
afid, tanpa ku sadar, emosi ku memuncak lagi, aku membentak dian, dan melarang
dian untuk dekat dengan afid, dengan alasan afid bukan yang terbaik, tetapi
emosi ku tidak membuahkan hasil, dian tetap memilih afid
Bel pulang sekolah pun berbunyi, aku mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler basket di sekolahku, saat waktu break, aku pergi ke kantin
untuk membeli sebotol minum untuk menghilagkan rasa haus ku, tetapi apa yg tak
aku duga pun terjadi, aku melihat Afid, sedang berpegangan tangan dengan
marsya, aku pun kaget dan seketika menumpahkan minuman yang ada di
genggamanku,aku teringat akan Dian
“jika dian melihat ini, dian pasti akan sakit hati” pikir ku dalam
hati
Aku pun segera berlari menghampiri dian ke perpustakaan, alhasil
dian tak ada disana, hanya ada mrs desy yang tengah serius mengerjakan
pendataan buku ku bertanya pada mrs desy, dengan terburu buru
“Mrs! Mrs! Dian mana?”
“eh opik, baru aja pulang”
Dalam hati ku pikir, jika dian pulang lewat kantin dia pasti
ketemu Afid, sesegera mungkin aku turun dari lantai 3 dan kaki ku tersandung
saat menuruni tangga, alhasil darah segar mengalir dari hidungku, tanpa ku
hiraukan aku langsung mengejar dian, ku temui dia sedang berjalan menuju kantin
“Dian ! Dian ! Tunggu!”
Dian pun menoleh ke arahku dan sontak dian kaget dengan kondisiku,
yang muka di bersimbah darah, sontak dian pun kaget
“Opik! Kamu kenapa sih pik, Ke UKS Ke UKS”
Beruntung lah aku dengan kondisiku seperti ini, karena dian
mengajakku ke UKS, dan yang pasti tidak melewati kantin, aku tak sempat
memberitau dian atas soal ini, tetapi jika aku pikir ulang, kalau dian
mengetahui soal ini, dia pasti akan sedih
Seperti biasa aku kembali ke rutinitas yang mungkin melelahkan,
kembali bersama ke 5 sahabatku, kecuali dian yang terlihat begitu sumringah
bersama afid, ya apa yang aku khawatirkan pun terjadi, afid hanya mempermainkan
dian, begitu iba nya aku melihat dian yang menangis karena afid, baru pertama
ku lihat dian se lemah ini, yang aku heran, kenapa dian lebih memilih meluapkan
isi hati nya pada Bian? Aku pun curiga kalau Bian menyukai Dian
Ketika bel pulang sekolah berbunyi, ku dapati dian sedang melamun
sendirian di taman sekolah, ku hampiri dia, dan tanpa ku sadari darah segar
mengalir lagi dari hidung ku, saat aku tengah asyik mengobrol dengan dian, Dian
membawa ku ke rumah sakit terdekat, karena aku sudah terlihat sangat pucat,
Dokter pun hanya ingin bicara ke pada Dian, aku hanya mendapati dian yang
menangis setelah mendengar perkataan dokter, tapi tetap tak ku pedulikan
tentang kondisiku, sepulang dari rumah sakit aku dan dian mengobrol dan aku
rasa ini waktu yang tepat untuk aku mengutarakan perasaan ku kepada Dian, ya
ternyata Dian memiliki rasa yang sama dengan ku, Dian menyukai ku! Seketika rasa
lemas yang ada di diriku hilang dengan rasa semangat yang menggebu ya, ku
jalani hubungan ku dengan dian, dan ternyata aku sadari bahwa Bian telah
mengikuti kami daritadi , Tak peduli kalau Bian menyukai dian yang penting
sekarang dian menjadi milikku, memang persahabatan yang sangat rumit akhir
akhir ini
“Aku tak peduli berjuta orang menyukai Dian, Tak peduli kalau Dian
menyukai orang lain, aku akan menjaganya sekuat tenagaku, melindungi nya dan
selalu berada di dekatnya walau ajal akan menjemput ku sekarang juga, tak
peduli siapapun mendekatinya, karena aku lah miliknya, dian akan selalu menjadi
milikku”
_Taufik Arsyil Izhar (OPIK)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar