Karya : Adna Tajriyaani
Aku Dian mirajian jonan, aku adalah seorang gadis
periang,polos,dan bisa di bilang.. tomboy, aku cenderung tidak memperdulikan
teman sebayaku yang sudah masuk ke area pubertas.
Suatu ketika, aku pulang dari rutinitas utama ku, Sekolah..
aku sekolah di salah satu sekolah swasta ternama di kota Bandung, sore itu
hanya ada aku sendiri di koridor sekolah, karena aku adalah salah satu
pustakawati di sekolahku, saat sepi, dan siswa satu sekolah pun sudah pulang, hanya
ada aku yang sedang asyik mendata buku bersama mrs.desy disana, lelah memang,
sore itu aku melihat seorang lelaki sebaya ku, tengah asyik memainkan
skateboard nya di lapangan sekolahku, seketika pandangan ku tertuju kepada
nya,aku terus memperhatikan nya dari koridor lantai 3, tapi sudahlaah, aku
tidak memperdulikan nya..
Keesokan harinya
, ketika bel istirahat, aku nongkrong di suatu kantin favorit ku, bersama ke 5 sahabat ku, mereka adalah Opik,Doni,Bian,Eka,dan Fauzul, memang lelaki semua.. hahaha kecuali aku, kami memulai persahabatan kami ketika pertama kami masuk ke kelas 7, nama kelompok kami “the shadows” (bayangan) cukup aneh memang, artinya bayangan ada di mana mana, dekat dengan setiap orang, kami dekat dengan siapapun, dimanapun kami berada, kami selalu ada, ke 5 sahabat ku memanggilku Jonan, bukan Dian, karena menurut mereka “kamu mah tomboy di, yaudah kita panggil Jonan :p wleee” celoteh mereka
, ketika bel istirahat, aku nongkrong di suatu kantin favorit ku, bersama ke 5 sahabat ku, mereka adalah Opik,Doni,Bian,Eka,dan Fauzul, memang lelaki semua.. hahaha kecuali aku, kami memulai persahabatan kami ketika pertama kami masuk ke kelas 7, nama kelompok kami “the shadows” (bayangan) cukup aneh memang, artinya bayangan ada di mana mana, dekat dengan setiap orang, kami dekat dengan siapapun, dimanapun kami berada, kami selalu ada, ke 5 sahabat ku memanggilku Jonan, bukan Dian, karena menurut mereka “kamu mah tomboy di, yaudah kita panggil Jonan :p wleee” celoteh mereka
Pandangan ku tertuju pada seorang lelaki, yang tak pernah ku
lihat sebelumnya, dia mungkin anak baru, pikirku, aku bertanya pada Bian
“eh bi, kamu tau ga, dia siapa, tampang nya belagu banget
tuh anak”
“eh jon, jangan gitu dong, tapi aku juga gak tau siapa dia
jon, paling anak baru” jawab bian
Opik pun memotong pembicaraan..
“bener tuh jon tampang nya belagu!” celoteh opik
“eh pik, jangan suudzon dulu kata pak mahmud juga” sela Eka
Begitulah pembicaraan kami tentang dia, dalam hati ku pikir,
dia tampan, tidak ada tampang belagu sedikitpun,kerenlaah dibanding si opik mah
hahaha, cewek2 satu sekolah pun menyukai lelaki itu, kami ber6 mulai di acuhkan
oleh cewek2 satu sekolah
“widih, kalah ganteng apa coba aku dibanding dia! Dasar anak
baru “ celetul Opik
“udah lah pik, gausah so kepedean gitu” kata fauzul
Opik memang ganteng, tapi aku hanya bisa melongo tak karuan,
melihat pesona anak baru itu
Bel pulang pun berbunyi.. mrs desi memanggilku untuk menjaga
perpustakaan, ke 5 sahabatku pulang duluan
Aku melamun sendirian di perpustakaan, seketika khayalan ku
membayangkan anak baru itu, aku mencari cari data di data perpustakaan,ku lihat
ada foto dirinya..
“ini dia!”
Dan ku lihat namanya.. namanya adalah Afid Edika petra, ku
pandangi foto nya, entah kenapa, jantung ku berdebar kencang, dan aku tak
memperdulikan nya, ku lempar foto itu ke dalam laci, dan melanjutkan tugas ku
menjaga perpus, mrs desi pun menghampiri ku
“Dian, sudah terlalu sore, silahkankau boleh pulang” kata
mrs desi
“hmm mrs. Boleh gak kalau aku baca baca buku dulu disini”
“hmm boleh aja di, tapi nanti tolong kunci perpusnya ya”
“baik mrs”
Waktu menunjukkan pukul 4 sore, aku pulang ke rumah, saat
aku tengah berjalan, sampai gerbang, ada seorang anak laki laki menepuk
pundakku, dan berkata
“Hai!”
“eh?” aku pun kaget
“kau Dian kan?” tanya nya, dengan senyum yang manis,yang
membuat jantungku semakin berdebar
“i..iya, kok tau namaku? Kamu anak baru ya?” tanya ku dengan
wajah mulai memerah
“tau dong, siapa yang tak kenal dian mirajian jonan? Satu
satunya cewek personel The shadows :D hahaha”
“hahaha iya memang, kau? Afid? Anak baru kan?”
“iya aku Afid,salam kenal ya dian, hmm sudah sore, rumah mu
di mana?”
“iya memang sore, rumah ku di komplek citra hijau dago”
“wah kebetulan, aku baru pindah ke sana, berarti kita
sejalan, mau bareng aku? Aku bawa motor kok, lumayan kan hemat ongkos”
“boleh”
Sepanjang jalan, kami berbincang bincang, canda tawa membuat
jalan tak terasa begitu cepat, rasanya tak ingin cepat sampai rumah, sesampai
nya di depan komplek, Afid menanyakan nomer handphone ku, dan tanpa berpikir
panjang, aku memberikan nya kepada Afid
Sesampainya di rumah, aku lebih banyak diam di depan cermin,
ibu ku menghampiri ku dan berkata
“Dian, sebenarnya kau cantik, kalau kau lebih feminim dikit”
Ibu ku melepaskan ikat rambut ku, merawat wajahku, jam
tangan army model terbaru ku, di ganti nya dengan jam tangan elegant, jacket
kulit pemberian papa, di ganti nya dengan sweater merah muda kesayangan ibu
“CANTIK!! Kau lebih mirip Emily junior haha!” kata ibu
sambil membawa bawa nama nya, Emily
“ini aku bu?” jawab ku heran ketika melihat cermin
“iya sayang, kau cantik, bukan kayak Jonanda junior!” kata
ibu membawa bawa nama ayah, jonanda
Keesokan pagi nya, suara motor telah berada di depan gerbang
rumahku, seorang lelaki ganteng, membawa motor ninja hijau miliknya, dan ku
lihat, dia Afid.. aku pun menghampirinya, afid pun melihatku dengan terpesona
“Dian, CANTIK BANGET!”
“bisa aja kau fid!”
Sesampai nya di sekolah, aku jalan berdua bareng Afid, aku
bertemu ke 5 sahabatku, mereka berkata
“JONAN!! Ini Jonan?! Atau kembaran nya Jonan?!” kata Opik
“pik pik, sadar pik, ini aku, Dian”
Aku pun tidak memperdulikan ke 5 sahabatku, dan memilik
jalan berdua bareng Afid, tak di sangka, telah lama aku lebih mementingkan
afid, aku yang dulu nya polos,dan tomboy, sekarang tidak, karena Afid, aku pun
menjalin hubungan pertamaku dengan Afid, ke 5 sahabatku mulai membenci ku
karena aku tidak bersama dengan mereka
Suatu ketika Opik menghampiriku dan ku lihat mimik nya yang
membenci ku
“Dian! Kamu egois! Kemana kamu selama ini?! Kau lebih sering
jalan dan jajan bareng Afid, bukan sama kami!”
“maaf pik, tapi aku tak punya waktu!, aku bukan Dian yang
dulu pik! Aku suka sama Afid! Tolong kamu ngerti pik!”
“oke dian, The Shadows masih bisa ada, TANPA KAMU! The
shadows gak butuh sahabat egois kayak kamu dian!”
Ke4 sahabatku yang lain tampak nya kecewa terhadapku,
kecuali Bian yang terlihat berat melepasku..
Afid mengajakku makan sepulang sekolah, di cafe mas ramz
langganan kami
“Di, aku ke toilet sebentar ya, kamu tunggu disini” kata
Afid
“oke fid”
Kring..kring.. handphone Afid berbunyi, dan ku lihat, ada
SMS masuk ke handphone nya, dan kulihat SMS diterima dari marsya, dan ku lihat
percakapan antara mereka isinya
“sya, sore ini kita ketemuan di cafe bunga ya”
“oke fid”
“sampai ketemu sya, bye”
“fid, hari ini jadi kan? Aku tunggu kamu fid”
Tak terasa aku pun kecewa terhadap afid, afid pun
menghampiri ku dan segera merebut handphone nya dari genggaman ku, dan berkata
“Di, maafin aku ya, cukup sampai disini”
Tangan ku spontan menampar pipinya dan menonjok perutnya,
sekuat tenaga, aku menolak tawaran nya untuk mengantarkan aku pulang,aku lebih
memilih naik ojeg langganan ku, dari pada diantar olehnya
Sesampai nya di rumah, kembali ku menatap cermin, mengikat
rambutku, mengganti sweater dengan jacket kulit, mengganti jam tangan dengan
jam swiss army ku, ku pakai helm full face, mengendarai motor, dan pergi
kerumah Bian, Bian menyambutku, dan Bian berkata
“kami berat melepasmu Jon, kami gak mau kau berubah, Be your
self Jon, jangan mau jadi orang lain, Kamu ya Kamu, bukan orang lain”
Keesokan hari nya aku kembali ke rutinitas utama ku, yaitu
sekolah, ku dapati marsya yang bergandengan tangan dengan Afid, Afid menatapku
dengan tatapan meremehkan, aku menatapnya dengan tatapan benci, dengan hati ku
yang dalam keadaan hancur, aku mecari Bian,Doni,Opik,Eka,dan Fauzul, mereka
tengah asyik makan bakso di kantin favorit, aku mendekati nya dan mereka
menjauhi ku, Opik menatapku dengan tatapan benci, dan mereka segera pergi,
menjauh dariku, aku mengejar mereka dan berkata
“Bi,Don,Pik,Eka,Fauzul, maafin aku, aku selalu mau jadi
sahabat kalian, Opik,tolong kasih aku kesempatan, maafin aku pik, aku emang
salah udah milih Afid, aku percaya sama kamu Pik, kita tetep The shadows kan?
Maafin aku, aku emang salah”
“Jon, kamu berhak kok sama Afid, aku gak maksa, kita tetep
The shadows, Afid memang bukan yang baik buat kamu, tapi kamu harus percaya ada
yang lebih baik dari afid, aku Cuma pengen kamu sadar, kita ber5 udah ngasih
kamu cinta lebih dibanding afid, kamu jangan ngerasa kurang dibanding orang
lain” jawab Opik
Kami pun baikan seperti biasa dan berkata
“THE SHADOWS, Dimanapun kamu berada, kami tetap ada”
“THE SHADOWS, Dimanapun kamu berada, kami tetap ada”
SELESAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar